Kain Batik Tulis

Cara Memilih Jenis Kain Batik Tulis, Cap dan Printing

Posted on

Dahulu, kain batik memang hanya dibuat dengan cara dilukis manual menggunakan canting dan malam  satu per satu.

Namun seiring dengan perkembangan zaman dan juga permintaan pasar, cara membuat batik pun berkembang.

Dari yang dahulu hanya dilakukan dengan dilukis atau ditulis, sekarang disediakan pilihan lain yaitu dengan teknik cap maupun printing. Ketiga teknik ini memiliki kelebihan dan kekurangannya tersendiri.

Untuk segi harga, batik tulis biasanya memiliki harga yang lebih mahal dibandingkan dengan batik cap dan printing. Namun semuanya juga tergantung dari bahan kain yang digunakan serta kerumitan dari model yang dibuat.

 

Kain Batik Modern

Sekarang ini kain batik sudah berkembang dengan sangat pesat, bukan hanya dari bahan kainnya saja, tetapi juga dari motif serta teknik pembuatan.

Seringkali, bagi mereka yang tidak begitu akrab dengan batik, sering keliru ketika membedakan jenis batik.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika memutuskan ingin membeli batik, terutama membedakan teknik pembuatan batik agar tidak keliru dan kecewa.

  • Batik Tulis

Seperti namanya, batik ini dikerjakan dengan cara ditulis atau dilukis manual menggunakan canting dan malam atau lilin khusus membatik. Teknik seperti ini sudah termasuk langka karena sudah tidak banyak pengrajin yang bisa membatik.

Wajar saja jika harga batik tulis bisa mencapai jutaan rupiah karena memang seratus persen dibuat dengan tangan manusia satu per satu dan memakan waktu yang cukup lama untuk satu kain batik.

Dikarenakan dilukis secara manual, maka motif yang terpampang di atas kain biasanya asimetris dan tidak presisi besarnya.

Warna yang dihasilkan pada motif akan sama terangnya baik di bagian muka maupun belakang kain karena dikerjakan dua sisi sekaligus.

Pewarna yang digunakan untuk batik jenis ini adalah pewarna alami. Hal ini menyebabkan aroma dari kain batik menjadi sangat khas dan sangat natural.

Pada dasarnya tidak ada aturan panjang dan lebar kain ketik awal membatik tulis, karena itulah panjang dan lebar kain tulis besar daripada cap dan printing. Biasanya bisa mencapai 2 x 1,25 meter.

Berbeda dengan kain batik modern, kain batik kuno biasanya terdapat nama pembatiknya yang disematkan pada bagian pojok kain.

Hal ini membuat kain tersebut otentik, karena jika dibuat oleh pengrajin yang sama sekalipun, kain kedua dan seterusnya tidak bisa sepenuhnya sama walaupun motif dasarnya serupa.

  • Batik Cap

Untuk membuat motif pada batik cap digunakan pelat besi sebagai pembuat polanya dan malam sebagai tintanya. Ukuran dari tiap isen atau motif kecil dalam batik, simetris karena memang pengrajin tinggal menekan cap di atas kain secara berulang.

Dengan cara seperti ini memang menghemat waktu, namun motif yang bisa diciptakan cukup sederhana. Untuk segi aroma, hampir sama dengan batik cap karena sama-sama menggunakan malam.

Yang membedakan dari batik tulis adalah warna motif di bagian depan dan belakang berbeda. Bagian depan akan lebih terang dibandingkan belakang karena pengecapan tidak tembus ke belakang.

Namun untuk urusan motif bisa lebih beragam dengan ukuran kain standar adalah 2 x 1 meter.

  • Batik Printing

Dibandingkan dengan dua teknik di atas, batik printing memiliki potongan pola yang paling sempurna karena memang menggunakan mesin.

Selain itu motif dan warna dari batik printing lebih banyak karena menggunakan pewarna buatan yang tentunya lebih bervariasi. Namun warna motif di bagian muka dan belakang benar-benar nyata bedanya.

Hal ini dikarenakan proses pengerjaan batik print yang hanya satu sisi saja. Bau dari batik print juga tidak terlalu mencolok dan harganya juga jauh lebih murah.

 Kain Batik Pekalongan

Batik Pekalongan merupakan salah satu versi batik daerah yang sangat digemari selain batik Jogja dan Solo.

Sama seperti batik pesisir pada umumnya, Batik Pekalongan memiliki warna yang khas yaitu penuh dengan warna-warna cerah. Hal tersebut yang menjadi keunggulan dari batik ini.

Selain itu, berbeda dari kebanyakan batik lainnya, pengrajin Batik Pekalongan dikenal berani dalam mengeksplorasi motif.

Walaupun masih menggunakan inspirasi dari alam seperti motif binatang, daun maupun bunga, namun penerapannya dalam kain bisa cukup abstrak.

Kelebihan lain dari Batik Pekalongan adalah akulturasi budaya yang kuat. Hal ini membuktikan bahwa Batik Pekalongan memang batik yang memiliki potensi untuk terus berkembang.

Batik Pekalongan sering menjadi rujukan untuk digunakan sebagai bahan pembuatan pakaian terutama bagi kaum muda.

Kota yang terkenal sebagai kota batik ini memang menjadi salah satu kota penghasil batik terbesar di Indonesia, produknya pun digemari bukan hanya oleh warga lokal tapi juga internasional.

Jika mencari batik di Pekalongan, Anda akan disuguhi berbagai macam batik, baik yang kuno maupun modern, baik yang ditulis, cap maupun printing.

 Motif Kain Batik

Seiring berkembangnya zaman motif batik pun mulai berkembang. Bahkan inspirasi dari motif batik pun sudah tidak lagi hanya berkutat seputar alam saja, tema seperti pemanasan global dan perubahan lingkungan pun menjadi isu yang legit untuk dijadikan motif batik.

Namun demikian, motif batik tulis biasanya memang lebih sedikit dibandingkan dengan batik cap dan printing. Hal ini tentu saja tergantung dari kemahiran tangan sang pembatik sendiri.

Nilai yang diangkat di dalam motif batik pun juga sudah bukan melulu kesakralan yang merujuk pada hubungan makhluk hidup dengan penciptanya, namun juga menerapkan nilai sosial yang kental.

Namun beberapa pembatik hingga sekarang juga masih ada yang memegang teguh prinsip dari batik kuno yang diterapkan ke dalam batik modern. Tidak ada yang salah tentunya akan keduanya.

Prinsip dasar membatik harus tetap dipegang agar nantinya generasi muda bisa mengerti bahwa membatik pun memiliki nilai luhur yang tidak bisa tergantikan dengan kemajuan zaman.

Seperti halnya motif abstrak dari batik Bali pisangan jagat, walaupun terlihat abstrak namun sebenarnya hal itu memperlihatkan doa yang dilangitkan oleh para pengrajinnya.

Maka dari itulah kain batik ini sering digunakan sebagai hadiah yang diiringi harapan.

Motif kain batik juga seringkali menunjukkan kasta seseorang. Beberapa kain batik raja-raja hingga kini ada yang tidak boleh digunakan oleh masyarakat biasa karena memang memiliki nilai magis bagi mereka yang percaya.

Selain itu, motif kain batik juga kerap digunakan untuk menyatakan maksud dari si pemakai kain. Seperti batik parang yang sudah cukup dikenal di masyarakat.

Motif dari kain batik yang seperti ombak sambung menyambung ini melukiskan semangat yang pantang menyerah.

Motif kain ini dulu hanya diperbolehkan untuk dipakai oleh raja dan kerabat istana. Tetapi sekarang sudah dapat dipakai oleh siapapun bahkan turis sekalipun.

Seiring dengan perkembangan batik, motif dan teknik batik menjadi begitu beragam. Walau demikian kekhasan setiap batik dari tiap daerah tetap terus dipertahankan untuk menjadi warisan bagi generasi mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *