batik kawung

Rahsia Di balik Motif Batik Kawung Yang Bermakna Kesucian Dan Panjang Umur

Posted on

Saat ini batik memiliki banyak motif seperti motif batik kawung, batik parang, batik tujuh rupa, batik mega bentuk dan lain sebagainya. Setiap motif memiliki filosofi dan makna yang berbeda-beda.

Untuk bisa memilih motif batik yang sesuai dengan kebutuhan, Anda perlu memahami makna yang terkandung di didalamnya. Dengan begitu Anda bisa memilih batik yang sesuai dengan karakteristik diri masing-masing.

Dalam segi pembuatan, batik bisa dihasilkan dengan dua cara yaitu ditulis secara manual dan diproduksi dengan menggunakan teknologi pabrik.

Batik yang dihasilkan melalui teknologi disebut dengan batik konvensional dan memiliki motif yang bisa diproduksi dalam jumlah banyak sekaligus. Sedangkan batik yang dibuat manual disebut dengan batik tulis.

Jenis batik ini memiliki gambar yang unik karena harus dibuat satu persatu.

Makna dan filosofi batik kawung

Makna yang terkandung dalam batik kawung melambangkan kebudayaan adat Jawa yang menceritakan terjadinya kehidupan bermasyarakat. Batik kawung melambangkan tentang makna harapan agar semua manusia bisa selalu ingat darimana asal usulnya.

Pada zaman dahulu jenis motif batik kawung biasanya dikenakan oleh kalangan kerajaan. Motif batik kawung melambangkan kepribadian seorang pemimpin yang berakhlak baik.

Hal inilah yang membuat jenis batik kawung sering digunakan oleh  para pejabat. Dimana motif tersebut mencerminkan seorang pemimpin yang mampu mengendalikan diri dan hawa nafsu dengan baik.

Selain itu seorang pemimpin juga harus memiliki hati nurani untuk menjaga keseimbangan dalam kehidupan manusia. Batik kawung juga bisa diartikan sebagai lambang keadilan dan keperkasaan.

Meskipun dahulu jenis batik ini hanya digunakan untuk kalangan petinggi saja, namun saat ini motif batik tersebut sudah bisa digunakan oleh siapa saja. Untuk memahami filosofi batik kawung dengan lebih dalam, berikut akan dijabarkan tentang sejarah terbentuknya motif batik tersebut.

Dahulu diketahui bahwa motif kawung diciptakan oleh Sultan Mataram. Motif ini awalnya terbentuk dan terinspirasi dari batang pohon aren yang memiliki buah.

Kenapa memilih pohon arena, karena mulai dari bagian ujung daun hingga akarnya bisa bermanfaat untuk berbagai kehidupan manusia. Melalui hal ini ingin disampaikan bahwa seorang manusia harus hidup sebagai orang yang berguna untuk kehidupan orang lain.

Bukan hanya itu, namun seseorang juga harus mampu berkontribusi dengan baik untuk kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dengan begitu setiap orang bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan memiliki kehidupan yang lebih bermakna.

Dalam cerita sejarah yang lainnya diceritakan bahwa motif batik kawung terinspirasi dari sosok seorang pemuda desa yang memiliki penampilan berwibawa dan disegani oleh masyarakat disekitarnya.

Sosok pemuda ini digambarkan memiliki sopan santun dan akhlak yang baik. Dia juga dikenal sebagai orang yang bijaksana. Kemasyurannya tersebut membuat sosok pemuda tersebut dikenal hingga ke kerajaan.

Akhirnya pemuda tersebut diundang ke kerajaan dan ternyata dia diangkat sebagai adipati. Pada saat pelantikan, pemuda itu menggunakan kain batik yang dibuat khusus oleh ibunya. Mulai saat itulah motif batik kawung mulai terkenal karena ibu pemuda tersebut membuat sendiri motif yang menggambarkan sosok anaknya.

Motif tersebut menceritakan bahwa seseorang harus memiliki akhlak yang baik agar bisa bermanfaat. Dengan begitu kedudukan dan kemuliaan akan mendatangi orang yang pantas menerimanya. Dari cerita itu jugalah akhirnya diberikan kesimpulan makna kesucian untuk motif batik kawung.

Motif batik kawung

Batik kawung memiliki pola yang cukup khas dan berpola bulat seperti buah kawung atau yang dikenal sebagai kolang kaling.

Pola disusun secara rapi dan terlihat secara geometris. Selain itu motif ini juga digambarkan sebagai bunga teratai dengan daun yang merekah.

Bunga teratai sendiri digunakan untuk melambangkan kesucian dan umur panjang. Batik jenis ini memiliki warna yang cukup bervariasi dan mencolok sehingga menarik untuk digunakan untuk berbagai suasana.

Meskipun memiliki bentuk umum seperti kolang kaling, namun ternyata terdapat beberapa nama motif batik kawung yang diberikan karena perbedaan ukuran kolang kaling yang terdapat pada motif.

Apa saja jenis batik kawung yang perlu diketahui, berikut informasinya.

  1. Batik kawung sen

Motif batik kawung sen memiliki motif lonjong yang paling kecil dibandingkan dengan jenis yang lainnya dan diibaratkan seperti jumlah uang sen. Dahulu uang sen sering ditebar di jalan sebagai pengiring kepergian jenazah.

Hingga akhirnya muncullah budaya penggunaan batik sebelum jenazah disemayamkan. Selain itu jenis batik kawung ini memiliki makna tentang kehidupan di alam sawung.

  1. Batik kawung bribil

Jenis motif batik kawung bribil memiliki motif lonjong bulat yang ukurannya sedang sehingga sering dikatakan menyerupai mata uang bernama bribil yang mana nilainya adalah setengah sen. Jenis motif batik kawung ini membuat motif khasnya dapat terlihat lebih jelas dan detail.

  1. Batik kawung picis

Motif batik kawung picis memiliki ciri khas dengan motif bulat lonjong yang berukuran lebih kecil dan terlihat seperti mata uang picis yang mana nilainya sama dengan sepuluh senyang. Meskipun motifnya cukup kecil, namuan jenis picis ini sangat menarik dan terlihat berbeda.

Asal batik kawung

Terdapat banyak sumber cerita yang dijadikan sebagai asal usul terbentuknya batik kawung. Namun akhirnya dipilih dua versi yang disetujui sebagai asal usul batik kawung dan disebarkan dari generasi ke generasi oleh masyarakat.

Versi pertama mengatakan bahwa asal motif batik kawung terinspirasi dari serangga kumbang. Serangga tersebut berwarna coklat yang seringkali menjadi pengganggu tanaman kelapa.

Pola melingkar berwarna coklat yang mengkilap tersebut terlihat sangat menarik sehingga dijadikan sebagai inspirasi untuk membuat motif kain batik yang disebut dengan kawung.

Bentuk kumbang yang lonjong menjadi sumber utama mengapa motif batik kawung dominan berbentuk lonjong agak bulat. Hal tersebut juga yang membuat kebanyakan batik kawung memiliki warna dasar coklat.

Pada versi kedua mengatakan bahwa motif tersebut terinspirasi dari kolang kaling. Buah ini berasal dari pohon aren. Bentuknya buahnya yang berbentuk lonjong membuat karakteristik tersendiri untuk motif batik.

Dari hal tersebutlah akhirnya diputuskan untuk dijadikan sebagai motif batik kawung. Jika dilihat secara langsung memang terlihat seperti kolang kaling.

Posisi simetris yang terdapat pada motif batik kawung menggambarkan bentuk kolang kaling yang lebih jelas, karena pada batik kawung motif disusun menjadi empat bagian sehingga terlihat berkarakter dan juga unik.

Kedua sumber inspirasi tersebut tidak bisa dikatakan salah karena memang pada umumnya batik kawung memiliki motif seperti itu.

Gambar batik kawung

Untuk bisa memahami bagaimana motif batik kawung yang sebenarnya, berikut akan diberikan beberapa contoh gambar batik kawung dalam berbagai jenis.

Dengan begitu Anda bisa lebih mudah untuk membedakan motif batik kawung ketika membelinya, karena bisa saja melalui definisi seseorang belum mengetahui dengan pasti bagaimana sebenarnya motif batik yang dimaksud.

Untuk lebih jelasnya lihatlah contoh motif batik kawung di bawah ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *