batik bali

#6 Makna Motif (Batik Bali) Beserta Sejarah dan Penjelasannya

Posted on

Salah satu warisan dunia dari Indonesia yang sudah cukup melanglang buana dan masyhur adalah batik. Hampir setiap daerah di Indonesia memiliki batik tulis maupun cap dengan motif khas masing-masing, begitu juga Bali.

Di Indonesia, batik dinaikkan dari kerajinan ke bentuk seni asli. Kata batik memiliki arti membuat titik, karena memang batik dimulai dari sebuah titik malam menjadi sebuah gambar sempurna.

Para ahli memang belum sepenuhnya yakin kapan tepatnya batik menemukan jalannya ke Indonesia di abad ke-19 terutama di pulau Bali.

 

Sejarah Batik Bali

Batik pertama kali diperkenalkan kepada masyarakat Bali berkat jasa Pande Ketut Krisna kurang lebih tahun 1970. Ketut Krisna, yang merupakan pria asal Banjar Tegeha, Desa Batubulan, Sukawati Gianyar, Bali, pada saat itu membuat batik dengan cara manual.

Pada masa awal, batik bagi masyarakat Bali erat kaitannya dengan upacara adat dan keagamaan. Salah satu fungsinya adalah sebagai kain pengikat kepala atau udeng dan juga kain penutup pinggang.

Seiring berjalannya waktu penggunaan kain Batik pun berevolusi menjadi lebih luas lagi. Kain yang dulu hanya sebatas pakaian saja kini sudah menjelma menjadi tas, sepatu dan masih banyak lagi.

Bukan hanya penggunaan batik yang mulai mengalami perluasan, motif dari batik khas Bali juga mengalami pergeseran. Dulu, batik Bali lebih banyak menggambarkan ide-ide tentang alam dan juga ketuhanan.

Batik modern khas Bali sekarang ini sudah memiliki motif yang beragam dan banyak yang mengambil tema fusion atau perpaduan dari beberapa corak sehingga menghasilkan motif baru.

Motif seperti awan maupun relief candi serta wayang beber menjadi beberapa contoh dari corak batik bali yang berkembang sekarang ini. Hal ini menunjukkan bahwa pengrajin batik Bali tidak terbatasi oleh aturan untuk mencurahkan ide motif baru.

Warna untuk Batik Bali pun sekarang semakin semarak dengan pemilihan warna cerah sehingga bisa menjangkau semua kalangan terutama anak muda agar tetap mencintai batik.

Motif Batik Bali

  • Batik Bali Buketan

Sama seperti namanya, motif batik pada jenis ini sebagian besar adalah bunga. Nama buketan sendiri diambil dari Bahasa Perancis bouquet yang merujuk pada seikat bunga. Belum begitu pasti dari mana asal pengambilan nama tersebut.

Bunga seperti mawar, teratai dan bunga bermahkota lebar dan banyak lainnya sering menjadi obyek membatik, begitu pula dengan tumbuhan kecil lainnya sebagai aksen pemanis.

Motif ini merupakan motif batik Bali tertua di antara motif lainnya. Untuk menambah kesan artistik di dalam batik, penambahan gambar kupu-kupu, burung hong dan bangau kerap menjadi pilihan.

  • Merak Abyorhokokai

Sentral dari motif batik merak abyorhokokai adalah gambar seekor merak berpadu dengan keindahan bunga sakura. Hal ini wajar karena corak batik merak abyorhokokai memang dipengaruhi oleh kebudayaan Jepang.

Makna lain dari corak kain batik ini adalah penggambaran keindahan dari Bali yang kerap disebut sebagai Pulau Dewata ini. Keindahan ini kemudian diasosiasikan dengan bulu merak yang juga sudah terkenal kemegahannya.

  • Singa Barong

Barong memang lekat dengan masyarakat Bali. Makhluk mitologis yang berwujud seperti singa dengan tarik yang menjuntai ini merupakan perwujudan dewa yang menggambarkan segala kebaikan.

Maka dari itu Barong senantiasa diberikan tempat di hati masyarakat Bali, baik itu berupa Tari Barong maupun motif batik singa barong. Motif Barong merupakan kebanggaan dan wujud pengagungan kepada sang penjaga.

Motif singa barong Bali juga hampir mirip dengan Cirebon. Bahkan Kasepuhan Cirebon juga memiliki kereta yang dinamai Singa Barong.

  • Ulamsari Mas

Batik tulis Bali memang kebanyakan diberi nama sesuai dengan corak utama yang tergambar di kainnya, begitu pula dengan ulamsari mas. Batik ini biasanya digambari dengan motif ikan maupun udang.

Hal ini merupakan representasi dari kondisi kepulauan Bali yang memang dijuluki dengan pulau seribu pantai karena banyaknya pantai indah di sana. Setiap lekuk Pulau Bali memang dihiasi oleh bukit dan juga pantai yang menawan.

Kondisi yang dikelilingi laut membuat hasil laut juga melimpah di Bali dan dituangkan ke dalam bentuk motif kain batik. Hal ini membuktikan bahwa masyarakat Bali memang mensyukuri setiap nikmat yang diberikan oleh Sang Hyang Widhi kepada mereka.

  • Jagatan Pisang / Pisan Bali

Walaupun terlihat seperti bentuk abstrak, namun ada banyak pesan luhur yang ditorehkan oleh pengrajin ke dalam motif batik ini. Arti corak dari Jagatan Pisang adalah keselamatan, doa dan harapan.

Jika ditelisik mendalam, corak dari motif jagatan pisang seakan menggambarkan awan yang tinggi melangit seperti doa yang diharapkan bisa sampai ke atas.

Kain ini sering sekali digunakan sebagai oleh-oleh atau kado perpisahan dengan harapan agar yang menerimanya selalu dalam keadaan baik hingga akhirnya bisa bertemu kembali.

  • Penari Bali

Sudah bukan lagi rahasia jika tari Bali merupakan salah satu daya tarik wisatawan ketika berkunjung ke pulaunya pada Dewa ini. Untuk itulah motif penari Bali dituangkan ke dalam batik.

Kesenian memang sudah menjadi darah bagi orang Bali. Bukan hanya memahat ataupun melukis, namun juga menari. Bahkan tarian adalah kegiatan yang kerap diajarkan kepada semua anak di Bali.

Biasanya tarian yang digunakan sebagai corak batik adalah Tari Pendet Bali, yang menunjukkan keanggunan dan keindahan. Karena Tari Pendet ditarikan oleh wanita, maka corak yang ada di atas batik juga menggambarkan sekelompok wanita sedang menari.

 

Filosofi Batik Bali

Setiap batik memiliki ciri unik tersendiri yang berbeda satu sama lain, entah dari corak, warna maupun dari filosofi di balik pembuatan batik tersebut, demikian pula halnya dengan batik Bali.

Seperti yang sudah diuraikan di atas, motif batik Bali sangat beragam dan kesemuanya mengambil corak dari alam dan juga dewa. Hal ini sangat menggambarkan masyarakat Bali yang hidup selaras dengan alam dan sangat menjaga hubungan dengan alam dan Tuhan.

Kecintaan akan alam di Bali sangat terasa dan menjadi kebanggan hingga dituangkan ke dalam motif batik, hal ini bisa kita lihat dari motif ulamsari mas maupun merak abyorhokokai.

Beberapa motif kain batik Bali yang terinspirasi dari kebudayaan daerah maupun negara lain juga menjadi bukti bahwa masyarakat Bali merupakan masyarakat yang toleran dan juga terbuka terhadap kebudayaan lain.

Motif merak abyorhokokai dan buketan menjadi simbol bahwa di Bali, semua kebudayaan bisa hidup berdampingan tanpa saling bermusuhan, bahkan bisa saling menginspirasi.

Kesederhanaan hidup masyarakat Bali juga tercermin dari pemilihan karakter dari setiap motif yang dikembangkan. Hidup sederhana bersama alam memang sudah menjadi kebiasaan masyarakat Bali dari dulu hingga sekarang.

Walaupun batik Bali sudah sangat berkembang, namun tidak pernah kehilangan sentuhan kesederhanaan di dalamnya dan juga mengandung banyak filosofi luhur yang menjadi doa dari setiap pengrajinnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *